Sabtu, 26 Juni 2010

Indahkah Cinta?

Diposting oleh Nuy di 05.54
Walau aku senyum bukan berarti
Aku selalu bahagia dalam hari
Ada yang tak ada di hati ini
di jiwa ini Hampa…

Ku bertemu sang adam di simpang hidupku
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina (Ayu Shita-Tuhan Berikan Aku Cinta)  
 Aku duduk bersenandung riang. Sendiri di dalam kamar mungilku. Yah, aku sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri. Walaupun bisa dipastikan, rasa bosan sering kali menyusup. Bagaimana tidak? aku ini seorang remaja pada umumnya. Ingin dicinta. Ingin diperhatikan. Ingin memiliki seseorang yang membuatku berarti. Tapi apa yang aku dapat? hanya kesendirian. Bagaimana tidak bosan? Belum lagi jika teman-temanku sedang sibuk ngerumpi menghebohkan acara malam minggu mereka. Huft rasanya aku ingin segera keluar dari gerombolan pengumbar gosip itu. Hey, buat apa gitu ngomongin acara malam minggu? Bukankah itu hanya untuk kenangan pribadi kita saja? Mau pamer? Bukan di sekolah tempatnya!

Jika sudah ada konferensi meja bundar membahas pacar masing-masing begitu pasti aku juga yang kena imbasnya. Pasti mereka akan memberikanku rentetan pertanyaan tidak penting yang sudah pasti aku malas menjawabnya. Pacar? sebegitu pentingnyakah untuk remaja yang masih berumur 17 tahun? hellooow... perjalanan hidup ini masih panjang gitu! Buat apa terlalu dijadikan ribet cari pacar sana sini? takut dikatakan nggak gaol? nonsense!
Jujur, dari lubuk hatiku yang paling dalam aku memang ingin mempunyai seseorang yang special. Jangan dipikir aku ingin punya seseorang yang special untuk dipublikasikan? Woooi, aku udah punya cowok cakep lho? begitu? Tidaaaaaaaaakkk! Aku bukan tipe orang yang seperti mereka. Aku hanya ingin dia menjadi penyemangatku dalam menjalani hari. Aku hanya ingin menjadikan dia--tempatku berkeluh kesah. Membagi suka duka. Cuma itu.

Jangan kalian kira aku yang selama ini pendiam. Kalem. Kutu buku. Lantas aku tidak punya keinginan seperti layaknya remaja normal? ha-ha kalau memang ada yang berfikir seperti itu--pemikiran yang dangkal. Sejak dulu sebenarnya aku sudah menaruh hati pada Davi, ketua kelas kami. Aku tidak tahu apa yang membuatku bisa menaruh hati padanya--yang aku tahu aku suka. Aku peduli padanya. Aku selalu mengkhawatirkan keadaannya. Awalnya perasaanku ini tak ada yang mengetahui sampai suatu hari sahabatku curiga dengan sikapku.

"Kim, elo nggak bosen napa ngejomblo terus?" tanya Sissy sahabat karibku.
"Ah, nggak. Gue udah biasa kok" jawabku sekenanya.
"Gimana kalau gue comblangin elo?"
"Nggak minat"
"Pasti minat! Gimana kalo si Davi? minat kan lo?"
Aku tertegun. Davi? kenapa harus dia? kenapa pas banget orangnya dia?
"Minat kan lo? Pilihan gue mah berkualitas dong" Sissy mengerlingkan sebelah matanya.
"Ng, entah lah..." Aku buru-buru mengakhiri pembicaraan yang sangat mengusik sisi pribadiku ini. Tiba-tiba Davi lewat di depan kami. Diam-diam aku mencuri pandang kepadanya. Ah... dia masih sama. Davi yang membuatku terjatuh.

"Dav, elo jomblo kan?" tanya Sissy tiba-tiba--membuat jantungku bergerak dua kali lebih cepat. Aku tahu arah pembicaraan ini akan kemana?
"Emang napa?" Davi balik tanya dengan mimik muka heran.
"Gimana kalo sama si Kimkim aja?"
"Hah?" Kening Davi mengerut.
Ah! jujur aku paling tidak suka dengan keadaan ini. Aku malu. Yah, walaupun aku mau. Tapi lebih baik tidak usah membicarakan hal itu di depan mata kepalaku kan? Kalau saja aku bisa kabur--detik itu juga aku akan melarikan diri.
***
 "Sis, aduuh gimana yah? bukannya gue nggak suka sama si Kimkim. Tapi dia itu terlalu sempurna buat gue. Jujur gue minder", ujar Davi ketika ngobrol berdua di taman belakang sekolah.
"Apa yang bikin elo minder sih? udah deh tenang aja. Gue tau dia tuh suka sama elo! Yang harus elo lakukan sekarang adalah pedekate. Okay?"
"Yah, gue bakal coba. Tapi semua ini nggak bisa dipaksain kan?"
"Yayayaya"

Semenjak omongan Sissy tentang combalng-menyomblang itu aku jadi tidak berani memperhatikan Davi di kelas. Mencuri pandang pun tak mau. Rasanya ribuan mata mengawasiku yang sedang curi-curi pandang ke arahnya.  Doisamping itu, aku merasakan sikap dia jadi berbeda padaku. Dia seolah menjauh. Semakin tak terjangkau olehku. Padahal sebelumnya kita masih bisa bercanda bersama. Nggak ada yang namanya canggung. Huft, kalau karena "suatu hubungan" bisa merubah sikap orang. Lebih baik aku tidak usah membina hubungan special dengannya.
***
Harusnya kau tau tentangku,
tentang sejuta harap yang ku inginkan darimuu…
Inginku ta’ banyak…
Ku ingin kau tau tentang hatiku,
tentang semua yang kurasa
Tapiii.. yang ku ingin kau tau bukan darii orang lain,
yang ku ingin kau menyadarinya sendiri.
Tanpa ada satu patah kata pun yang ku ucap…
Seharusnya kau bisa mengertii semua itu.

Aku tertidur lelap setelah menuliskan untaian kata itu di buku diary.

-bersambung-

P.S : Lagi error, maklum aja ya kalo bikin cerita nggak jelas... :D
Itu bukan kisahkuu jadi jangan kira yang nggak-nggak.. :P




13 komentar:

Ferdinand on 26 Juni 2010 pukul 06.36 mengatakan...

Prikitiw.....susah suit hhaha...aduh si Nuy lagi ngomongin cinta nie hhe......Davinya kayanya tau tuh klo Nuy suka hhe....

Cinta itu Indah klo dibikin indah hhe....yg penting jangan terlalu cinta aja....(yg normal2 aja gtu)....

Thnx 4 Support ya Nuy....Met weekend...

Unknown on 26 Juni 2010 pukul 07.05 mengatakan...

cinta itu indah, dan menyakitkan,,,

mudahan yang 'terlalu sempurna' itu menjadi milikmu...

TUKANG CoLoNG on 26 Juni 2010 pukul 17.13 mengatakan...

:c: ngomongin cinta terus nih?
Tapi kok bersambung?? :e:
meski GJ tapi aku suka kok ceritanya..:k:

elok langita on 26 Juni 2010 pukul 19.11 mengatakan...

:n: yah bersambung.. :a:

nunggu lanjutannyaaaa :m:

kalau topicnya cinta jadi makin touchy tulisannyaa... :D

Umy Diary on 26 Juni 2010 pukul 19.13 mengatakan...

cinta itu panjang dan lebar banget ngomongin nya..
met pagi mbak,,,
umy berkunjung,,,
salam kenal dari umydiary.blogspot.com

sekalian izin follow y mbak

ntiems on 26 Juni 2010 pukul 19.38 mengatakan...

cieee nuy lagi jatuh cinta asal jangan jatuh k'lubang buaya aja nuy....

Cerita aja on 26 Juni 2010 pukul 21.17 mengatakan...

aaah padahal lagi seru, lanjutin dong kak! (marah2 padahal nggak kenal) hehe kalo begitu salam kenal ya kak :) bagus ceritanya!

faijal on 26 Juni 2010 pukul 22.12 mengatakan...

sepertinya cinta sumber inspirasi nie

Danil Edan on 26 Juni 2010 pukul 23.30 mengatakan...

bikin penasarean aja, tunggu lanjutanya ea

Anonim mengatakan...

indahkan cinta ? kadang indah , kadang tidak :g:



:k:

Q Ingin Bisa on 27 Juni 2010 pukul 06.49 mengatakan...

cinta...mendengar kata cinta teringat ma orang tua aja nih,,,!!!kl ma cewek sih,,cewek sapa???udah lama ngejomblo soalnya,,,hehe,,jadi belum kepikir deh,,,apasih sebenernya arti cinta yang sebenernya?kok gak ada akhirnya yah,,,,sangat luas banget arti dan makna nya. ok sukses sll

Rizkyzone on 27 Juni 2010 pukul 08.56 mengatakan...

cinta itu indah asal tidak menjadi hanya sekedar Cerita Indah namun Tiada Arti

Diah Alsa on 27 Juni 2010 pukul 23.43 mengatakan...

eheemm eheeemm, suitt suiit...

cerbungnya keren dek.. ayooo semangat dilanjutin yaaa ;)

Posting Komentar

Silakan ngoceh.. ^.^
Yang ngga punya blog juga bisa ngoceh di sini pake alamat email/alamat facebook kalian. =D

Makasih udah mampir ke sini. Jangan bosen mampir ya~

 

Blog Ga Jelass Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting