Minggu, 05 September 2010

lol

Diposting oleh Nuy di 00.22
“Han soo-kyo, kau gantikan onni mewawancarai ‘Luster’ ya?”

Aku tertegun mendengar ucapan Eun Jin onni yang menurutku sangat tiba-tiba itu. Mewawancarai Luster? Yang benar saja! Aku tidak pandai berbicara pada orang asing! Lagi pula tugasku kan hanya sebagai fotografer!

“Han soo-kyo! Kau masih di sana?”. Onni mengibas-ibaskan tangannya tepat di depan mukaku. Kukumpulkan seluruh kesadaranku yang sempat naik-turun karena ucapan onni. Onni menatapku lama—tatapan yang membuatku sangat risih.

“Kenapa bukan onni? Bukannya onni sudah biasa melakukannya.” Tentu saja aku menolaknya karena pasti aku akan terlihat seperti orang bodoh saat mewawancarai Luster.

“Onni ditugaskan mewawancarai boyband lain. Semua wartawan sudah kebagian tugas masing-masing, tidak ada salahnya kau mencoba.”

Aku bingung. Aku benar-benar dilema. Sebenarnya bisa saja dengan mudah aku mengatakan ‘iya’ lalu aku mengarang cerita tentang wawancaraku dengan Luster. Hhh, terlalu picik bukan?

“Ayolaaah soo-kyo! Lagi pula member ‘Luster’ itu ramah lho!”. Sekali lagi onnie meyakinkan—bahkan lebih terkesan memohon. Aku menyerah.

@@@

Aku menyusuri rumah produksi Luster dengan langkah gontai. Sebetulnya aku masih setengah hati menerima permintaan Eun Jin onni. Tapi, tak apalah sekali-kali terjun ke lapangan! Ah, Luster sekarang ada di mana ya? Bodohnya aku tidak menanyakannya pada onni! Dalam gedung semegah ini bagaimana aku bisa menemukan ‘Luster’?

“Sillyehamnida (permisi), bisa membantuku?” Karena tak tahu arah dan tujuan akhirnya aku nekat bertanya pada orang yang kebetulan berpapasan denganku mungkin saja orang itu asisten ‘Luster’.

“Oh, kebetulan saya asisten ‘Luster’ mari saya antar”. Lucky me! Benar kan? Orang itu asisten ‘Luster’.

“Kamsahamnida (Makasih).”

Luster berada di lantai paling atas sedang menanti kedatangan wartawan yang akan mewawancarainya. Ah, aku gugup sekali. Keringat dingin keluar begitu saja, tiba-tiba suaraku tercekat setelah pintu dibuka dan memperlihatkan semua member ‘Luster’ sedang mengobrol santai. Seketika aku merasa semua mata memandang ke arahku.

“Mianhamnida (maaf), aku wartawan dari Kmagazine yang akan mewawancarai anda.” Aku berusaha bicara senormal mungkin walaupun aku masih merasa ada yang mengganjal. Semua member Luster tersenyum hangat. Rasa gugupku sedikit mengendur.

“YA (Hei)! Kenapa masih di situ? Kami sudah menunggu,” ucap laki-laki berposter tubuh sedang dengan senyuman terus tersungging di bibirnya. Senyum itu membuat barisan giginya yang putih bersih dan tertata rapi terlihat mempesona.

“YA!” Seru laki-laki itu lagi. Kontan kesadaranku kembali seketika. Perlahan aku menghampiri mereka walaupun rasa gugupku belum berkurang.

“Tidak usah gugup begitu, kami sama sepertimu.” Kini laki-laki berwajah innocent yang angkat bicara. Kuamati mereka satu per satu. Kenapa mereka tampan semua ya? Ah—lupakan!

Aku berdehem untuk mengurangi rasa gugupku lalu memulai wawancara. Semakin lama berbicara dengan mereka membuatku merasa nyaman berada di dekat mereka. Benar kata onni, mereka itu orangnya ramah dan sangat asyik untuk diajak ngobrol. Walaupun ada diantara mereka yang berbicara jika ditanya saja selebihnya ia diam. Tidak seperti Lee Sang-Hwa, leader Luster ini sering sekali membuat orang tersenyum karena tingkahnya. Tapi karena sikapnya yang diam dan terkesan dingin malah membuat Choi Hyun Seok terlihat berkarisma. Ah, seandainya aku bisa jadi bagian dari mereka!

“Erm, pertanyaan ini lebih menjurus ke arah pribadi ya. Dengan popularitas yang sudah oppa5 punya, apakah tidak ada niat untuk memiliki seorang kekasih?” Aku menahan napas beberapa saat ketika membaca pertanyaan selanjutnya yang harus aku tanyakan. Ah, kenapa ada pertanyaan seperti ini?

“Haha… tentu saja kami ingin mempunyai seorang kekasih tapi belum menemukan seseorang yang cocok saja. Kami pikir masalah hati akan mengikuti jika kami sudah bisa mengembangkan bakat kami sebagai penyanyi profesional lagi pula kami masih muda dan masih ingin menikmati hidup kami yang seperti ini dulu,” jawab Ji Kyung mantap. Ia adalah pemilik suara tertinggi dalam Luster. Suaranya tingginya nggak nahaaaan…

Semua member mengangguk menyetujui jawaban Ji Kyung. Aku sedikit terkagum mendengar jawabannya. Ya, setidaknya mereka tidak memanfaatkan popularitasnya untuk mempermainkan wanita.

“Tipe ideal seperti apa yang membuat oppa memilih dia sebagai kekasih?”

“Wanita yang berkulit putih dan berbibir pink, hahaha…,” jawab Ji Kyung yakin.

“Wanita yang memiliki rasa percaya diri tinggi,” jawab Yong Bum, si wajah innocent.

“Wanita yang bisa membuatku merasakan perasaan aneh ketika melihat matanya,” jawab Hyun Seok. Ah, Hyun Seok oppa! Setiap wamita pasti ingin menjadi kekasihmu!

“Sebenarnya tidak ada tipe ideal yang pasti untuk wanita-ku karena setiap wanita memiliki daya tarik masing-masing. Aku hanya ingin ia bisa menerimaku apa adanya dan mampu membuatku nyaman di dekatnya walaupun baru pertama bertemu.”

“Jadi maksud hyung cinta pada pandangan pertama begitu? Hahaha…” celetuk Ji Kyung. Tawa semua member Luster membahana. Aku sendiri sedikit tersipu karena ucapan sang leader. Tidak terasa wawancara selesai dengan lancar. Aku merasa waktu terlalu cepat berlalu padahal aku mulai menikmati berbincang-bincang dengan mereka. Aku pamit mohon diri pada mereka. Walaupun singkat aku akan mengingat semua obrolan yang menyenangkan ini. Mereka tidak pernah menganggap diri mereka sebagai idola yang memiliki fans berjibun. Tapi mereka menganggap fans mereka sebagai teman hati mereka. Ah, sebelumnya tidak ada boyband seperti ini. Aku kagum pada kalian Luster.

“Soo kyo!” Tiba-tiba tanganku dicekal seseorang dari belakang ketika aku ingin keluar ruangan itu. Aku berbalik dan menemukan Sang Hwa oppa yang menggambit tanganku kuat. Aku bingung, apa ada yang salah?

“Erm, ada apa oppa?”

Tampak Sang Hwa oppa sedang berpikir lalu mengeluarkan senyum khasnya. “Tidak ada apa-apa, hanya saja tidak adil rasanya kalau kamu bisa mewawancarai kami. Sementara kami tidak bisa mewawancaraimu!”

Aku tertegun berusaha mencerna kata-kata Sang Hwa oppa yang bisa dibilang aneh. Mewawancaraiku? Untuk apa? Memangnya akku artis!

“Ah, oppa yang benar saja! Tidak penting sekali mewawancaraiku!”

“Tapi bagi kami penting, ya kan?”

Sang hwa meminta pendapat member lain dan diberi anggukan oleh mereka. Ada apa ini? Mana ada wartawan diwawancarai oleh artisnya? Ah, dunia sudah terbalik rasanya! Sang hwa menarik tanganku dan membawaku ke tengah-tengah mereka. Poor me?! Or lucky me?

“Ya, Soo kyo sebetulnya kau berasal dari mana? Kenapa matamu tidak sipit seperti kami?” Ji Kyung bertanya dengan gaya seolah-olah dia wartawan professional. Tentu saja aku tidak bisa menjawabnya karena tawaku tiba-tiba meledak melihat tingkah Ji Kyung dan Sang hwa oppa.

“Soo kyo jawab!” perintah Hyun seok. Entah kenapa, mendengar perintahnya itu refleks membuatku menjawab pertanyaan mereka.

“Tentu saja mataku berbeda dengan kalian karena aku orang Indonesia!”

“Kenapa bahasa Koreamu fasih sekali?” tanya Sang hwa penasaran.

“Karena aku sudah lama tinggal di Korea. Aku belajar di sini sambil kerja part time sebagai fotografer.”

Tampak mereka mengangguk-angguk puas. Lalu Yong bum bertanya lagi dengan pertanyaan yang lebih pribadi.

“Kau sudah punya pacar?”

“Mwo (apa) ?” Saking kagetnya aku hanya bisa mengatakan itu. Kemudian Yong bum mengulang pertanyaannya lagi. Aku tidak bisa mengelak untuk tidak menjawab pertanyaan.

 “Belum. Belum ada laki-laki yang bisa membuatku selalu tersenyum jika ada didekatnya,” jawabku sekenanya.

“Kalau begitu jika aku bisa membuatmu tersenyum selama ada didekatku, apa aku bisa menjadi lelakimu?” tanya Sang hwa tiba-tiba. Lidahku rasanya kelu. Tenggorokanku tercekat. Aku ingin mengeluarkan kata-kata tapi malah angin yang keluar. Ucapan Sanghwa oppa itu benar atau hanya guyonan?

-end-
Tulisan apa pula ituu? =D
Gaje lagi... gaje lagi...

5 komentar:

Riska mbem on 5 September 2010 01.09 mengatakan...

ini cerpen ya? :g:

riesta on 5 September 2010 01.18 mengatakan...

Cie...cie...
Ditembak gtu ceritanya????kok malah bingung...
Wah,,ceritanya ada bahasa korea nya...
Mantaaap...

Annisa on 5 September 2010 15.44 mengatakan...

ceritanya bagus :d:

Anonim mengatakan...

kok berasa Luster itu SHINee yaa ?
:k:

Nuy on 26 Desember 2010 22.23 mengatakan...

@ anonim : haha.. yayaya tepat! emang aku sengaja menyamarkan mereka! :d:

Posting Komentar

Silakan ngoceh.. ^.^
Yang ngga punya blog juga bisa ngoceh di sini pake alamat email/alamat facebook kalian. =D

Makasih udah mampir ke sini. Jangan bosen mampir ya~

 

Blog Ga Jelass Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting